Selasa, 03 Januari 2012

Makanan Halalan Thayyiban (part 1)

Related Post



“dan makanlah(makanan) yang halal lagi baik dari rizqi yang telah Allah anugrahkan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah, yang kamu sekalian beriman kepada-Nya” – QS Al-Ma’idah (5): 88
Pada alkisah edisi 26/2010, telah ditulis ihwal barakah pada penghuni rumah tangga. Nah, edisi ini tentang keberkahan makanan.
Keberkahan makanan atau minuman yang kita konsumsi bermula dari kehalalan cara kita memperolehnya, dan cara mengolahnya. Setelah itu, kita berserah diri kepada Allah SWT dengan doa Allahumma Barik lana fi ma razaqtana wa qina adzabannar (Ya Allah, berikan keberkahan kepada kami berupa rizqi yang Engkau berikan, dan peliharalah kami dari siksa neraka).
Makna rizqi dalam doa ini luas, yakni apa saja yang dikaruniakan Allah kepada kita.karena itulah, mengiringi doa di atas, sebuah tips untu mendapatkan keberkahan rizqi disampaikan Rasulullah SAW kepada Umutnya. Beliau mengawali perkerjaan dengan bacaan basmalah dan di akhiri dengan baca hamdalah.
Tidak jarang, orang mengonsumsi makanan hanya karena ingin kenyang dan mendapatkan kenikmatan serta kelezatan yang bersifat sementara, tanpa berfikir dampaknya setelah menyantapnya. Sementara bagi seorang muslim, makan dan minum tidak hanya membuat fisik menjadi sehat dan kuat. Jika dilakukkan dengan pola dan waktu yang teratur, jenis makanan dan minuman-minumannya bersih, baik, lagi halal, kemudian dilakukkan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yakni menggunakan adab islam, makanan atau minuman itu akam membuat kita memndapatkan kesehatan jasmani dan rohani.
Salah satu contoh dalam adab makan dan minum adalah membaca basmalah dan berdoa. Ini sebagai wujud sikap hamba yang selalu berdzikir dan bersyukur kepada Allah. Bahkan Rasul bersabda “ setiap perbuatan yang memiliki nilai kebaikan, jika tidak di awali  dengan kalimat basmalah, maka akan rusak atau cacad”
Ad-Darami meriwayatkan bahwa Aisyah RA berkata” Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW sedang memakan suatu hidangan bersama enam orang sahabatnya, lalu datanglah seorang Arab Badwi mengambil dua suap dari hidangan tersebut. Nabi SAW bersabda “ Seandainya dia menyebut nama Allah, cukuplah hidangan (makanan tersebut memiliki berkah) bagi kamu sekalian. Apabila dari kalian hendak makan, sebutlah nama Allah. Apabila lupa menyebut nama Allah, hendaklah membaca Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan menyebut nama allah, di awal dan di akhir)”.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar