Selasa, 03 Januari 2012

Makanan Halalalan Thayyiban (part 2)

Related Post



Cika  bakal keturunan
Makanan yang haram tidak mengandung berkah, dan berdampak malas serta berat untuk melakukkan ibadah. Maka, selektiflahh dalam memilih makanan. Allah berfirman “dan makanlah(makanan) yang halal lagi baik dari rizqi yang telah Allah anugrahkan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah, yang kamu sekalian beriman kepada-Nya” – QS Al-Ma’idah (5): 88.
Kata halal berasal dari bahasa Arab yang berakar kata halla, artinya lepas atau tidak terikat. Yakni, boleh dillakukkan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan hokum yang melalarangny. Adapun halal dalam konteks makanan dan minuman adalah boleh di konsumsi, diproduksi dan dikomersialisasikan.
Kata “yang baik”, thayyib, memiliki arti lezat, baik, bersih dan paling utama. Adapun kaitannya dengan makanan atau minuman yakni makanan atau minuman yang tidak kotor dari segi dzatnya atau tidak rusak karenan kadaluarsa, misalnya. Makanan yang thayyib pun dapat diartikan makanan yang thayyib pun dapat diartikan makanan yang proporsional yakni, makanan yang sesuai dengan kapasitas fisik, kadar gizi dan wakru saat makan. Allah berfirman “Wahai manusia! Makanlah yang halal lagi baik (halalan thayyiban) dari apa yang terdapat di muka bumi dan jangganlah mengikuti langkah-langkah setan, karena sesuungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata baggi kamu sekalian.” – QS Al-Baqarah (2); 168. Dalam konteks makanan atau minuman, langkah-langkah setan bermakna tergesa-gesa, rakus, suka kepada yang najis atau haram dan sifat-sifat jelek lainnya.
Salah satu keberkahan yang di dapat dari makanan, kita dalam kondisi sehat, sehingga dapat melaksanakan semua yang menjadi tuga dan kewajiaban kita, yaitu beribadah kepada Allah dalam segala bidang kehidupan.
Makanan yang dikonsumsi juga akan menjadi nuthfah, saripati, yang selanjutnya menjadi mudhghah dan alaqah, cikal bakal keturunan manusia. Itulah, menjaga keturunan yang baik dimuali dari menjaga makanan atau minuman, yakni halalan thayyiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar